• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About me

Let me introduce myself


A bit about me

Berhasil lulus pada tahun 2012 dari Geofisika UGM, pria kelahiran Indramayu, 22 Maret 1990 ini pernah menjadi geophysicist assistant pada tahun 2012 hingga 2013 dan menjadi geophysicist pada tahun 2015 di PT Antam (Persero) Tbk Unit Geomin.

Setelah dua tahun malang-melintang meramaikan project-project geofisika sebagai independent geophysicist, pria yang tidak tenang jika pemutar musik kesayangannya ketinggalan ini siap untuk melakukan riset-riset tentang laut dalam di Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI.

Profile

Deepak Bhagya

Personal info

Abi Dzikri Alghifari

Phone number: +(62) 81223001161
BBM PIN: D7DC98CC
Website: www.abialghifari.com
E-mail: abi.alghifari@gmail.com

RESUME

Know more about my past


Employment

  • 2018-now

    Geophysics Researcher Candidate @ P2LD LIPI

  • 2016-2017

    Independent Geophysicist

    Notable Project:

    Gold Exploration using Magnetics Method at Nanga Pinoh, Kalbar (2017) -

    Burried Utility Locating using GPR Method at Jakarta, DKI Jakarta (2017) -

  • 2012-2013; 2015-2016

    Geophysicist @ Geomin Unit (Antam)

    Notable Project:

    Gold Exploration using TDIP Method at Kelantan, Malaysia (2016) -

    Bauxite Exploration using GPR Method at Tayan, Kalbar (2015) -

    Nickel Exploration using Resistivity Method at Buli, Malut (2013) -

    Gold Exploration using Magnetics Method at Oksibil, Papua (2012) -

Education

  • 2007-2012

    Universitas Gadjah Mada (Geophysics)

    Notable Organization:

    - Himpunan Mahasiswa Geofisika [HMGF UGM] (2007-2012)

    - Society of Exploration Geophysicicst (SEG) Student Chapter (2007-2012)

  • 2014-2007

    MAN Yogyakarta II (Science)

    Notable Organization:

    - Kelompok Ilmiah Remaja (2014-2017)

    - Pramuka (2014-2015)

  • 2001-2004

    MTs YAPIN Kertasemaya

    Notable Organization:

    - Pramuka (2001-2002)

    - Palang Merah Remaja (2002-2003)

Skills & Things about me

Project Managing
70%
Mineral Prospecting, Environmental, & Geotechnical Survey
Data Acquisition & Processing
90%
Resistivity, TDIP, CS-AMT, Magnetics, Gravity, & GPR Data
Data Interpretation & Reporting
80%
Resistivity, TDIP, CS-AMT, Magnetics, Gravity, & GPR Data

Blog

Projects Portfolio, Gadget, Music Review, Manchester United, & Life


June 20, 2018

Halalbihalal 2018

Foto keluarga pas mengunjungi Islamic Center Indramayu.

Sebenernya liburannya sudah cukup panjang, 11 hari, berkat tambahan cuti bersama. Tapi, sebenernya belum cukup sih. Biarpun begitu, waktu yang gak banyak itu gue manfaatin sebaik-baiknya. Mulai dari ketemu keluarga inti, keluarga deket, keluarga nenek, tetangga, sampe temen-temen gue.

Halalbihalal tahun ini dimulai dari habis shalat Ied dengan mengunjungi sodara dan tetangga sekampung. Besoknya dilanjut dengan mengunjungi keluarga nenek di Kliwed. Besoknya lagi maen ke Islamic Center Indramayu yang baru aja diresmikan oleh Pak Jokowi bulan kemarin.

Hari Senin-nya giliran halalbihalal bareng teman-teman angkatan 2004 MTsI YAPIN Kertasemaya. Reuni ini cukup seru. Obrolannya bener-bener bangkitin memori pas belasan tahun lalu. Misalnya aja gue yang pernah dihukum lari muter-muter lapangan karena begonya gue makan kuaci di dalam kelas ketika guru menerangkan.

Foto sebagian teman-teman seangkatan yang hadir

Acara makan-makan di salah satu rumah makan
Oke, segitu dulu. Gue nulis ini di dalam kereta Argo Jati yang nantinya bakal disambung dengan Batik Air ke Ambon. Udah mulai ngantuk banget juga gara-gara semalem maksa begadang buat nonton Piala Dunia.

Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

June 11, 2018

Mudik Lebaran 2018: Kembali Ke Titik Nol!

Pemandangan dari atas JT885 kemarin.
Perjalanan mudik kali ini merupakan salah satu perjalanan mudik yang paling berkesan bagi gue. Ini adalah kali pertama gue mudik dengan status gue sebagai bagian dari LIPI. Itu artinya, tidak seperti mudik-mudik sebelumnya, semua akomodasi selama perjalanan ditanggung sendiri. Praktis, semua proses mulai dari pemilihan tiket dan jam keberangkatan gue yang putuskan. Dengan pemasukan gue yang sekarang, gue harus pintar-pintar memilih. Untuk tiket pesawat pun, gue sampai menggunakan dua aplikasi pembelian yang berbeda untuk pulang dan perginya demi mendapatkan potongan harga di setiap tiketnya. 

Perjalanan kali ini pun gue sempatkan untuk menemui sahabat lama gue di Bekasi. Wisnu ini adalah teman gue waktu sama-sama bertugas di Tim Eksplorasi Nikel Buli Geomin. Dia sekarang sudah bekerja sebagai peneliti selama sekitar 4 tahun di KKP Padang. Perjalanan cukup melelahkan bolak-balik Soetta-Kranji-Gambir menggunakan commuter line di sela jadwal kedatangan pesawat dan keberangkatan kereta terbayar sudah dengan obrolan kami yang sangat berfaedah. Utamanya gue jadi termotivasi untuk lebih berperan dalam dunia penelitian. Thanks, Nu!

Energi positif selanjutnya gue dapatkan dari PT. KAI. Perjalanan dari Kranji ke Gambir ternyata cukup menyita waktu dan gue tiba di Gambir 10 menit sebelum jadwal keberangkatan kereta api. Itu membuat gue gak sempat mempersiapkan makanan dan minuman untuk berbuka. Alhamdulillahnya, setelah gue check-in, gue disodorkan bungkusan berisi sebotol air mineral dan tiga potong buah kurma oleh petugas. Lebih beruntungnya lagi, ketika baru saja duduk di kursi kereta, petugas mengumumkan bahwa setiap penumpang akan mendapatkan buka puasa gratis. Wow. Salut untuk PT. KAI dalam hal ini.

Sekarang saatnya menikmati hari-hari di kampung halaman. Selamat mudik, teman-teman!

April 06, 2018

Latsar CPNS LIPI 2018: 4 Hari Pertama

Salah satu pose kelas B "The Eagles" setelah pembukaan Latsar CPNS LIPI 2018 Selasa (3/4)
Senin kemarin hari pertama gue bersama teman-teman CPNS LIPI 2018 di Latsar CPNS yang diadakan di Pusbindiklat LIPI di Cibinong. Acaranya bakalan padat hingga sekitar 37 harian ke depan. Sejauh ini acaranya menarik dan memotivasi gue untuk terus berjuang sebagai peneliti yang baik. Mudah-mudahan semua peserta diberikan kesehatan sehingga bisa menjalani semua acara dengan semangat. Oke, sekian dulu dari gue. Akan gue update beberapa hari ke depan.

March 23, 2018

Highlight Usia 27 Tahun Gue!

Pantai Liang, Ambon (Image Credit: Anta)
Usia gue berubah menjadi 28 kemarin. Alhamdulillah. Setahun kemarin banyak hal yang bikin gue selalu mensyukuri nikmat Tuhan. Beberapa gue posting di postingan gue yang sebelum ini. Silakan kalau mau dibaca. Mudah-mudahan gue diberikan kesempatan untuk mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan di tahun-tahun mendatang. Anyway, ini adalah video spot-spot tempat dan waktu yang menarik setahun belakangan. Selamat menyaksikan.



March 11, 2018

Live In Ambon: The First 30 Days

Lama tidaknya waktu memang sangat relatif. Minggu pertama cukup berasa lama karena kita memang harus beradaptasi dengan segala hal. Masalah makanan saja, gue harus bisa menghadapi kenyataan bahwa harga ayam di sini lebih mahal daripada ikan. Masalahnya adalah gue penggemar berat ayam. Cuaca juga menjadi hal yang cukup membuat frustrasi. Bisa saja jam 7 pagi cerah, setengah jam kemudian hujan turun sangat deras. Masih banyak lagi yang bisa gue ceritakan, tapi postingan ini bakalan kelewat panjang daripada yang seharusnya. Yang jelas, ketika kita sudah mulai beradaptasi, waktu terasa semakin cepat. Hari ini adalah tepat satu bulan gue di Ambon. Dan inilah cerita gue.

Seperti cerita gue di postingan gue yang sebelumnya, gue habis ikut pelatihan selam sesi kelas. Sehari kemudian kami berangkat ke Pantai Hukurila.


Pantai Hukurila
Wajah-wajah lelah setelah diving (Foto Credit: Anta)
Suasana bawah air memang asik banget. Tapi satu yang bikin gue kesal adalah kamera bawah air berembun ketika giliran gue, Fismat, dan Romdon mulai diving. Alhasil, cuma ada foto-foto bawah laut Anta, Dhimaz, dan Furkan.
Furkan, Dhimaz, dan Anta

Pantai Natsepa
Spot paling timur di Pantai Natsepa. (Captured with my Sony ActionCam AS20)
Satu kata yang bisa menggambarkan Pantai Natsepa: rame! Ini adalah pantai paling mainstream bagi warga Ambon. Di samping pantainya bagus, jaraknya juga relatif dekat dari pusat kota Ambon. Harganya pun murah, cuma 3000 rupiah. Itu yang bikin pantai sangat penuh, apalagi gue datangnya pas weekend. Praktis gue harus berjalan sekitar beberapa ratus meter ke arah timur untuk mencari spot yang agak sepi. Sialnya, kami terpaksa musti membayar 2000 rupiah lagi untuk bisa mengakses ke arah sana.
Satu foto lagi (Image Credit: Fismatman)

Gong Perdamaian Dunia
Menurut Wikipedia, gong perdamaian adalah gong yang merupakan simbol perdamaian dunia. Tujuan dibuatnya gong perdamaian adalah agar tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme, dll. Ada beberapa gong perdamaian yang dibuat di Indonesia selain di Kota Ambon, yaitu Bali dan Palu.
Gue baca beberapa review di TripAdvisor, isinya kebanyakan, "isinya cuma gong doang". Ya, memang. Saran dari gue adalah baca sedikit beberapa literatur di internet sebelum mengunjungi spot ini sehingga kita bisa mengatur ekspektasi kita.
Jangan khawatir kalo datangnya malam, karena gong ini diberikan cahaya yang berwarna-warni. (Captured with my Sony ActionCam AS20)


Pantai Liang
Pantai yang sangat ciamik sejauh ini yang pernah gue kunjungi di Ambon. Areanya cukup luas. Udah gitu kita bisa menyewa kapal dayung atau kapal karet yang ditarik menggunakan kapal speed. Harganya pun cukup murah, cuma 5300 rupiah sekali masuk. Tetapi jaraknya cukup jauh, sekitar 40 km dari pusat kota. Untuk ke sana, kita bisa menggunakan angkot dengan tarif total sekitar 20rb.
Kami bersama kapal dayung yang kami sewa. (Image credit: Anta) 
Gue dan Fismat di posisi paling belakang kapal. (Captured with my Sony ActionCam AS20)
Ini bagian depannya: Anta, Dhimaz, Kuhn, dan Rob. (Captured with my Sony ActionCam AS20)

Cukup segitu dulu cerita dari gue. Thanks yang udah mau meluangkan waktunya untuk membaca ini. Nanti gue tambahkan lagi di postingan gue selanjutnya kalo gue menemukan spot yang baru.

February 20, 2018

Live in Ambon: So Far

Suasana teluk Ambon di sore hari
Sebelum gue mau cerita lebih lanjut, gue mau posting catatan hari pertama gue di Ambon.

Catatan hari pertama gue (Senin [12/2]) yang belum sempat gue posting dan sayang juga kalo gue buang
Hari Pertama Kerja: Perkenalan di Lingkungan yang Baru
Hari pertama gue kerja termasuk hari yang cukup padat. Jam 8 kami sudah berada di kantor yang jaraknya cuma selemparan batu aja dari mess. Sekitar sejam kemudian kami langsung merekam sidik jari dan iris mata di mesin absen. Habis itu langsung rapat dan berkenalan dengan pegawai struktural P2LD (minus Pak Augy karena beliau masih di Australia). Di rapat tersebut kami juga diberikan lab tempat kami bergabung. Gue masuk di laboratorium Geologi. Oya, yang bikin kami tambah semangat adalah kami diberikan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi selam. Asiknya, kami hanya membayar biaya sertifikatnya saja, biaya lainnya ditanggu oleh LIPI. Yeay!
Selesai rapat kami diajak berkeliling gedung P2LD. Setelah itu kami diperkenalkan dengan Intra LIPI, sebuah sistem informasi khusus internal LIPI. Setelah makan siang gue masuk ke lab Geologi yang ternyata hanya ada teknisi yang hadir, yaitu Pak Kris. Mbak Frilla dan Mas Hary ternyata sedang melanjutkan studi. Gue dan Pak Kris akhirnya diskusi tentang kegiatan-kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Lab Geologi selama ini.

Hari Kedua dan Ketiga: Sesi Kelas Pelatihan Selam
Sesi kelas dipimpin langsung oleh instrukturnya, yaitu Pak Freddy. Penjelasannya cukup asik. Beliau juga cukup sabar untuk mengulangi penjelasan atau menjawab pertanyaan ketika kami tidak memahami salah satu materinya.
Setelah itu, kami pergi ke kota. Masih di jam kerja. Jangan berprasangka buruk dulu! Kami pergi ke sana berkaitan dengan isi perut kami. Iya, gaji di sini akan dikirim ke dalam rekening bank BTN. Karena tidak ada satupun dari kami yang mempunyai akun BTN, kami berenam meluncur ke sana.
Salah satu mater selam. Bahkan cara masuk ke air gak bisa asal nyebur.
Long Weekend: Exploring Ambon
Mungkin bagi yang sudah melalang buana lama di Ambon, kegiatan kami di tiga hari libur kemarin tidak bisa disebut eksplorasi. Tapi paling tidak kami sudah mengunjungi dua-duanya mal yang ada di Ambon: Ambon City Center (ACC) dan Maluku City Mall (MCM). Terbilang cukup lengkap, karena kita bisa menemukan gerai-gerai resmi, misalnya saja Ramayana, Gramedia, XXI, dan lain-lain. Yang lebih bermanfaat lagi kami sudah menghapal beberapa rute angkot yang ada di Ambon.
Oya, yang paling menarik adalah gue bisa melakukan salah satu hobby gue: lari. Nilai plusnya adalah kita bisa berlari dengan pemandangan yang wah. Sehat dapat, suasana asik teluk Ambon juga dapat. Oya, di Minggu sore gue mencoba menjajal hobby gue yang lain: renang. Gue menemukan dua spot, yaitu kolam renang Kodam Pattimura (yang sayangnya ternyata kolam dewasa sedang tutup) dan kolam renang Politeknik.
Sebenarnya gue masih pengen mengunjungi beberapa pantai di Ambon. Tapi akhirnya gue urungkan niat gue karena sesi lapangan selam juga akan diadakan di salah satu pantai di Ambon.

Track lari pertama gue.

Hari Pertama Minggu Kedua: Bertemu dengan Kepala Puslit
Long weekend membuat semangat sedikit kendur. Biarpun demikian, jam 8 kami sudah berada di kantor. Jam 9 sudah berada di ruangan rapat dengan pejabat struktural juga, kali ini lengkap dengan Pak Augy, kepala puslit laut dalam. Gue sudah berekspektasi bahwa kami akan ditanyakan tentang hal-hal teknis. Di luar dugaan, ternyata Pak Augy bahkan tidak menanyakan nama kami. Alasannya, nanti juga kenal sendiri, karena biarpun sekarang memperkenalkan diri selesai rapat juga bakalan lupa. Masuk akal sih, karena jujur gue juga sudah lupa beberapa nama pejabat struktural yang baru 6 hari sebelumnya saling berkenalan. Gue juga yakin lambat laun bakalan kenal juga.
Yang bikin gue berdecak kagum adalah ternyata Pak Augy membagikan 6 buku yang tertumpuk di meja beliau. Bukan, bahkan tidak ada satupun dari enam buku itu yang berkaitan dengan laut dalam. Buku-buku itu menceritakan tentang pejabat eksekutif di Indonesia yang berani untuk melakukan perubahan. Perubahan yang tidak hanya dalam jangka pendek, bahkan untuk jangka panjang. Pemimpin-pemimpin tersebut berani untuk melawan birokrasi kusut yang sudah mendarah daging sekian lama di Indonesia. Intinya adalah buku tersebut mengajak kita untuk bersama-sama mengubah Indonesia tidak hanya dalam perubahan yang jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.
Sorenya gue mencoba lari juga. Kali ini mencoba rute baru: menyeberang Jembatan Merah Putih. Ini adalah sensasi baru yang mendebarkan. Oke, pemandangannya asik. Tapi gue harus benar-benar waspada karena bisa saja gue tertabrak kendaraan dari belakang mengingat tidak adanya trotoar di sana. Gak cuma itu, goyangan jembatan cukup terasa ketika gue berada di bagian tengah jembatan. Tapi, cukup sepadan lah.

Track lari gue menyeberang jembatan merah putih
Gak lengkap kalo gak selfie dulu
Hari Kedua Minggu Kedua: Sesi Lapangan Selam
Tidak langsung ke pantai karena akan sangat berbahaya. Kami berenam (minus Fadly [sudah punya sertifikat], plus Furkan [mahasiswa TA di P2LD]) belum pernah sekalipun menjajalnya. Tidak lucu jika ada yang terbawa arus karena belum bisa teknik selam. Akhirnya kami diajak Pak Freddy untuk belajar di kolam renang Politeknik.
Setelah pereganagan di pinggir kolam, kami langsung disuruh untuk berenang 1,5 kali bolak-balik kolam. gak sampai di situ, kami harus mengayunkan kaki kami dengan posisi tangan di atas dalam waktu beberapa menit. Gue beberapa hari yang lalu juga berenang di tempat sama, tapi tetap saja paha gue jadi tegang selesai melakukan kedua gerakan tersebut.
Sesi selanjutnya adalah belajar mengayunkan kaki kami. Gerakan kaki yang benar membuat proses penyelaman menjadi lebih efisien. Berikutnya dicoba menggunakan mask, snorkel, dan fin. Setelah diajarkan bagaimana teknik yang benar, kami menjajal snorkling bolak-balik kolam. Kami harus membiasakan bernapas lewat mulut dan butuh usaha yang cukup lumayan sih.
Di sela-sela sesi latihan selam
Sesi yang ditunggu-tunggu, yaitu menyelam. Eits, tunggu dulu. Kami diajarkan terlebih dahulu bagaimana memasang peralatan beserta urutan-urutannya, bagaimana cara mengeluarkan air yang ada di mask, dan teknik lainnya. Sesi praktik pun tiba. Kami dipasang-pasangkan dan menyelam menyeberangi kolam dengan tangan kami saling bergandengan dengan pasangan kami. Di seberang kolam, kami disuruh duduk di dasar kolam untuk mempraktikkan beberapa teknik.
Yang pertama adalah cara membuang udara di mask. Kami diperintahkan untuk membuka mask kami satu per satu. Setelah itu mask dipasang kembali dan air yang berada di dalam mask dikeluarkan. Setelah semua sudah mendapat giliran dan sudah OK, kami mempraktikkan teknik kedua. Kami diberi tanda untuk membuka inflator (?) yaitu alat untuk bernapas di mulut dan memasukkannya kembali ke dalam mulut. Air yang mengisi inflator harus segera dikeluarkan agar kita bisa bernapas kembali, salah satu caranya adalah dengan meniup inflator tersebut.

Kali ini dengan peralatan lengkap
Karena dirasa masih belum cukup, Pak Freddy menjadwalkan sesi latihan di kolam lagi besok.

Services

What can I do


Mineral Prospecting Survey

Mineral exploration, such us gold, bauxite, and nickel using geophysical methods.

Notable Project: Gold Exploration using TDIP Method at Kelantan, Malaysia (2016).

Environmental Survey

Geophysical Survey for envoironmental purpose, such as groundwater exploration and groundwater contamination investigation.

Notable Project: Groundwater Exploration using Resistivity VES Method at Lebak, Banten (2014).

Geotechnical Survey

Geophysical Survey for geotechnical purpose, such as utility locating (e.g.: burried pipeline) and bedrock depth locating for building construction purpose

Notable Project: Burried uitility locating at Jalan Gatot Subroto, Jakarta (2017)

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com