• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

About me

Let me introduce myself


A bit about me

Berhasil lulus pada tahun 2012 dari Geofisika UGM, pria kelahiran Indramayu, 22 Maret 1990 ini pernah menjadi geophysicist assistant pada tahun 2012 hingga 2013 dan menjadi geophysicist pada tahun 2015 di PT Antam (Persero) Tbk Unit Geomin.

Setelah dua tahun malang-melintang meramaikan project-project geofisika sebagai independent geophysicist, pria yang tidak tenang jika pemutar musik kesayangannya ketinggalan ini siap untuk melakukan riset-riset tentang laut dalam di Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI.

Profile

Deepak Bhagya

Personal info

Abi Dzikri Alghifari

Phone number: +(62) 81223001161
BBM PIN: D7DC98CC
Website: www.abialghifari.com
E-mail: abi.alghifari@gmail.com

RESUME

Know more about my past


Employment

  • 2018-now

    Geophysics Researcher Candidate @ P2LD LIPI

  • 2016-2017

    Independent Geophysicist

    Notable Project:

    Gold Exploration using Magnetics Method at Nanga Pinoh, Kalbar (2017) -

    Burried Utility Locating using GPR Method at Jakarta, DKI Jakarta (2017) -

  • 2012-2013; 2015-2016

    Geophysicist @ Geomin Unit (Antam)

    Notable Project:

    Gold Exploration using TDIP Method at Kelantan, Malaysia (2016) -

    Bauxite Exploration using GPR Method at Tayan, Kalbar (2015) -

    Nickel Exploration using Resistivity Method at Buli, Malut (2013) -

    Gold Exploration using Magnetics Method at Oksibil, Papua (2012) -

Education

  • 2007-2012

    Universitas Gadjah Mada (Geophysics)

    Notable Organization:

    - Himpunan Mahasiswa Geofisika [HMGF UGM] (2007-2012)

    - Society of Exploration Geophysicicst (SEG) Student Chapter (2007-2012)

  • 2014-2007

    MAN Yogyakarta II (Science)

    Notable Organization:

    - Kelompok Ilmiah Remaja (2014-2017)

    - Pramuka (2014-2015)

  • 2001-2004

    MTs YAPIN Kertasemaya

    Notable Organization:

    - Pramuka (2001-2002)

    - Palang Merah Remaja (2002-2003)

Skills & Things about me

Project Managing
70%
Mineral Prospecting, Environmental, & Geotechnical Survey
Data Acquisition & Processing
90%
Resistivity, TDIP, CS-AMT, Magnetics, Gravity, & GPR Data
Data Interpretation & Reporting
80%
Resistivity, TDIP, CS-AMT, Magnetics, Gravity, & GPR Data

Blog

Projects Portfolio, Gadget, Music Review, Manchester United, & Life


April 06, 2018

Latsar CPNS LIPI 2018: 4 Hari Pertama

Salah satu pose kelas B "The Eagles" setelah pembukaan Latsar CPNS LIPI 2018 Selasa (3/4)
Senin kemarin hari pertama gue bersama teman-teman CPNS LIPI 2018 di Latsar CPNS yang diadakan di Pusbindiklat LIPI di Cibinong. Acaranya bakalan padat hingga sekitar 37 harian ke depan. Sejauh ini acaranya menarik dan memotivasi gue untuk terus berjuang sebagai peneliti yang baik. Mudah-mudahan semua peserta diberikan kesehatan sehingga bisa menjalani semua acara dengan semangat. Oke, sekian dulu dari gue. Akan gue update beberapa hari ke depan.

March 23, 2018

Highlight Usia 27 Tahun Gue!

Pantai Liang, Ambon (Image Credit: Anta)
Usia gue berubah menjadi 28 kemarin. Alhamdulillah. Setahun kemarin banyak hal yang bikin gue selalu mensyukuri nikmat Tuhan. Beberapa gue posting di postingan gue yang sebelum ini. Silakan kalau mau dibaca. Mudah-mudahan gue diberikan kesempatan untuk mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan di tahun-tahun mendatang. Anyway, ini adalah video spot-spot tempat dan waktu yang menarik setahun belakangan. Selamat menyaksikan.



March 11, 2018

Live In Ambon: The First 30 Days

Lama tidaknya waktu memang sangat relatif. Minggu pertama cukup berasa lama karena kita memang harus beradaptasi dengan segala hal. Masalah makanan saja, gue harus bisa menghadapi kenyataan bahwa harga ayam di sini lebih mahal daripada ikan. Masalahnya adalah gue penggemar berat ayam. Cuaca juga menjadi hal yang cukup membuat frustrasi. Bisa saja jam 7 pagi cerah, setengah jam kemudian hujan turun sangat deras. Masih banyak lagi yang bisa gue ceritakan, tapi postingan ini bakalan kelewat panjang daripada yang seharusnya. Yang jelas, ketika kita sudah mulai beradaptasi, waktu terasa semakin cepat. Hari ini adalah tepat satu bulan gue di Ambon. Dan inilah cerita gue.

Seperti cerita gue di postingan gue yang sebelumnya, gue habis ikut pelatihan selam sesi kelas. Sehari kemudian kami berangkat ke Pantai Hukurila.


Pantai Hukurila
Wajah-wajah lelah setelah diving (Foto Credit: Anta)
Suasana bawah air memang asik banget. Tapi satu yang bikin gue kesal adalah kamera bawah air berembun ketika giliran gue, Fismat, dan Romdon mulai diving. Alhasil, cuma ada foto-foto bawah laut Anta, Dhimaz, dan Furkan.
Furkan, Dhimaz, dan Anta

Pantai Natsepa
Spot paling timur di Pantai Natsepa. (Captured with my Sony ActionCam AS20)
Satu kata yang bisa menggambarkan Pantai Natsepa: rame! Ini adalah pantai paling mainstream bagi warga Ambon. Di samping pantainya bagus, jaraknya juga relatif dekat dari pusat kota Ambon. Harganya pun murah, cuma 3000 rupiah. Itu yang bikin pantai sangat penuh, apalagi gue datangnya pas weekend. Praktis gue harus berjalan sekitar beberapa ratus meter ke arah timur untuk mencari spot yang agak sepi. Sialnya, kami terpaksa musti membayar 2000 rupiah lagi untuk bisa mengakses ke arah sana.
Satu foto lagi (Image Credit: Fismatman)

Gong Perdamaian Dunia
Menurut Wikipedia, gong perdamaian adalah gong yang merupakan simbol perdamaian dunia. Tujuan dibuatnya gong perdamaian adalah agar tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme, dll. Ada beberapa gong perdamaian yang dibuat di Indonesia selain di Kota Ambon, yaitu Bali dan Palu.
Gue baca beberapa review di TripAdvisor, isinya kebanyakan, "isinya cuma gong doang". Ya, memang. Saran dari gue adalah baca sedikit beberapa literatur di internet sebelum mengunjungi spot ini sehingga kita bisa mengatur ekspektasi kita.
Jangan khawatir kalo datangnya malam, karena gong ini diberikan cahaya yang berwarna-warni. (Captured with my Sony ActionCam AS20)


Pantai Liang
Pantai yang sangat ciamik sejauh ini yang pernah gue kunjungi di Ambon. Areanya cukup luas. Udah gitu kita bisa menyewa kapal dayung atau kapal karet yang ditarik menggunakan kapal speed. Harganya pun cukup murah, cuma 5300 rupiah sekali masuk. Tetapi jaraknya cukup jauh, sekitar 40 km dari pusat kota. Untuk ke sana, kita bisa menggunakan angkot dengan tarif total sekitar 20rb.
Kami bersama kapal dayung yang kami sewa. (Image credit: Anta) 
Gue dan Fismat di posisi paling belakang kapal. (Captured with my Sony ActionCam AS20)
Ini bagian depannya: Anta, Dhimaz, Kuhn, dan Rob. (Captured with my Sony ActionCam AS20)

Cukup segitu dulu cerita dari gue. Thanks yang udah mau meluangkan waktunya untuk membaca ini. Nanti gue tambahkan lagi di postingan gue selanjutnya kalo gue menemukan spot yang baru.

February 20, 2018

Live in Ambon: So Far

Suasana teluk Ambon di sore hari
Sebelum gue mau cerita lebih lanjut, gue mau posting catatan hari pertama gue di Ambon.

Catatan hari pertama gue (Senin [12/2]) yang belum sempat gue posting dan sayang juga kalo gue buang
Hari Pertama Kerja: Perkenalan di Lingkungan yang Baru
Hari pertama gue kerja termasuk hari yang cukup padat. Jam 8 kami sudah berada di kantor yang jaraknya cuma selemparan batu aja dari mess. Sekitar sejam kemudian kami langsung merekam sidik jari dan iris mata di mesin absen. Habis itu langsung rapat dan berkenalan dengan pegawai struktural P2LD (minus Pak Augy karena beliau masih di Australia). Di rapat tersebut kami juga diberikan lab tempat kami bergabung. Gue masuk di laboratorium Geologi. Oya, yang bikin kami tambah semangat adalah kami diberikan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi selam. Asiknya, kami hanya membayar biaya sertifikatnya saja, biaya lainnya ditanggu oleh LIPI. Yeay!
Selesai rapat kami diajak berkeliling gedung P2LD. Setelah itu kami diperkenalkan dengan Intra LIPI, sebuah sistem informasi khusus internal LIPI. Setelah makan siang gue masuk ke lab Geologi yang ternyata hanya ada teknisi yang hadir, yaitu Pak Kris. Mbak Frilla dan Mas Hary ternyata sedang melanjutkan studi. Gue dan Pak Kris akhirnya diskusi tentang kegiatan-kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Lab Geologi selama ini.

Hari Kedua dan Ketiga: Sesi Kelas Pelatihan Selam
Sesi kelas dipimpin langsung oleh instrukturnya, yaitu Pak Freddy. Penjelasannya cukup asik. Beliau juga cukup sabar untuk mengulangi penjelasan atau menjawab pertanyaan ketika kami tidak memahami salah satu materinya.
Setelah itu, kami pergi ke kota. Masih di jam kerja. Jangan berprasangka buruk dulu! Kami pergi ke sana berkaitan dengan isi perut kami. Iya, gaji di sini akan dikirim ke dalam rekening bank BTN. Karena tidak ada satupun dari kami yang mempunyai akun BTN, kami berenam meluncur ke sana.
Salah satu mater selam. Bahkan cara masuk ke air gak bisa asal nyebur.
Long Weekend: Exploring Ambon
Mungkin bagi yang sudah melalang buana lama di Ambon, kegiatan kami di tiga hari libur kemarin tidak bisa disebut eksplorasi. Tapi paling tidak kami sudah mengunjungi dua-duanya mal yang ada di Ambon: Ambon City Center (ACC) dan Maluku City Mall (MCM). Terbilang cukup lengkap, karena kita bisa menemukan gerai-gerai resmi, misalnya saja Ramayana, Gramedia, XXI, dan lain-lain. Yang lebih bermanfaat lagi kami sudah menghapal beberapa rute angkot yang ada di Ambon.
Oya, yang paling menarik adalah gue bisa melakukan salah satu hobby gue: lari. Nilai plusnya adalah kita bisa berlari dengan pemandangan yang wah. Sehat dapat, suasana asik teluk Ambon juga dapat. Oya, di Minggu sore gue mencoba menjajal hobby gue yang lain: renang. Gue menemukan dua spot, yaitu kolam renang Kodam Pattimura (yang sayangnya ternyata kolam dewasa sedang tutup) dan kolam renang Politeknik.
Sebenarnya gue masih pengen mengunjungi beberapa pantai di Ambon. Tapi akhirnya gue urungkan niat gue karena sesi lapangan selam juga akan diadakan di salah satu pantai di Ambon.

Track lari pertama gue.

Hari Pertama Minggu Kedua: Bertemu dengan Kepala Puslit
Long weekend membuat semangat sedikit kendur. Biarpun demikian, jam 8 kami sudah berada di kantor. Jam 9 sudah berada di ruangan rapat dengan pejabat struktural juga, kali ini lengkap dengan Pak Augy, kepala puslit laut dalam. Gue sudah berekspektasi bahwa kami akan ditanyakan tentang hal-hal teknis. Di luar dugaan, ternyata Pak Augy bahkan tidak menanyakan nama kami. Alasannya, nanti juga kenal sendiri, karena biarpun sekarang memperkenalkan diri selesai rapat juga bakalan lupa. Masuk akal sih, karena jujur gue juga sudah lupa beberapa nama pejabat struktural yang baru 6 hari sebelumnya saling berkenalan. Gue juga yakin lambat laun bakalan kenal juga.
Yang bikin gue berdecak kagum adalah ternyata Pak Augy membagikan 6 buku yang tertumpuk di meja beliau. Bukan, bahkan tidak ada satupun dari enam buku itu yang berkaitan dengan laut dalam. Buku-buku itu menceritakan tentang pejabat eksekutif di Indonesia yang berani untuk melakukan perubahan. Perubahan yang tidak hanya dalam jangka pendek, bahkan untuk jangka panjang. Pemimpin-pemimpin tersebut berani untuk melawan birokrasi kusut yang sudah mendarah daging sekian lama di Indonesia. Intinya adalah buku tersebut mengajak kita untuk bersama-sama mengubah Indonesia tidak hanya dalam perubahan yang jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.
Sorenya gue mencoba lari juga. Kali ini mencoba rute baru: menyeberang Jembatan Merah Putih. Ini adalah sensasi baru yang mendebarkan. Oke, pemandangannya asik. Tapi gue harus benar-benar waspada karena bisa saja gue tertabrak kendaraan dari belakang mengingat tidak adanya trotoar di sana. Gak cuma itu, goyangan jembatan cukup terasa ketika gue berada di bagian tengah jembatan. Tapi, cukup sepadan lah.

Track lari gue menyeberang jembatan merah putih
Gak lengkap kalo gak selfie dulu
Hari Kedua Minggu Kedua: Sesi Lapangan Selam
Tidak langsung ke pantai karena akan sangat berbahaya. Kami berenam (minus Fadly [sudah punya sertifikat], plus Furkan [mahasiswa TA di P2LD]) belum pernah sekalipun menjajalnya. Tidak lucu jika ada yang terbawa arus karena belum bisa teknik selam. Akhirnya kami diajak Pak Freddy untuk belajar di kolam renang Politeknik.
Setelah pereganagan di pinggir kolam, kami langsung disuruh untuk berenang 1,5 kali bolak-balik kolam. gak sampai di situ, kami harus mengayunkan kaki kami dengan posisi tangan di atas dalam waktu beberapa menit. Gue beberapa hari yang lalu juga berenang di tempat sama, tapi tetap saja paha gue jadi tegang selesai melakukan kedua gerakan tersebut.
Sesi selanjutnya adalah belajar mengayunkan kaki kami. Gerakan kaki yang benar membuat proses penyelaman menjadi lebih efisien. Berikutnya dicoba menggunakan mask, snorkel, dan fin. Setelah diajarkan bagaimana teknik yang benar, kami menjajal snorkling bolak-balik kolam. Kami harus membiasakan bernapas lewat mulut dan butuh usaha yang cukup lumayan sih.
Di sela-sela sesi latihan selam
Sesi yang ditunggu-tunggu, yaitu menyelam. Eits, tunggu dulu. Kami diajarkan terlebih dahulu bagaimana memasang peralatan beserta urutan-urutannya, bagaimana cara mengeluarkan air yang ada di mask, dan teknik lainnya. Sesi praktik pun tiba. Kami dipasang-pasangkan dan menyelam menyeberangi kolam dengan tangan kami saling bergandengan dengan pasangan kami. Di seberang kolam, kami disuruh duduk di dasar kolam untuk mempraktikkan beberapa teknik.
Yang pertama adalah cara membuang udara di mask. Kami diperintahkan untuk membuka mask kami satu per satu. Setelah itu mask dipasang kembali dan air yang berada di dalam mask dikeluarkan. Setelah semua sudah mendapat giliran dan sudah OK, kami mempraktikkan teknik kedua. Kami diberi tanda untuk membuka inflator (?) yaitu alat untuk bernapas di mulut dan memasukkannya kembali ke dalam mulut. Air yang mengisi inflator harus segera dikeluarkan agar kita bisa bernapas kembali, salah satu caranya adalah dengan meniup inflator tersebut.

Kali ini dengan peralatan lengkap
Karena dirasa masih belum cukup, Pak Freddy menjadwalkan sesi latihan di kolam lagi besok.

December 09, 2017

Lolos CPNS LIPI!


Ucapan Selamat dari Akun Resmi Twitter LIPI (@lipiindonesia)

Tiga tahun lalu di bulan-bulan ini mungkin gue terpuruk. Waktu itu gue ikut CPNS LIPI 2014. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berjalan dengan mulus dengan skor yang terbilang tinggi: 378. Tetapi akhirnya gue kecolongan di Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) yang mengakibatkan nilai akhir gue terjun bebas. Gue gak terpilih akhirnya. Sakit memang.

Harapan kembali muncul ketika tahun ini LIPI membuka penerimaan CPNS. Gue yang memang sedang tidak ada proyek survei bertekad untuk all out. Untuk menaklukan SKD, gue sebulan suntuk berkutat dengan buku tentang tes CPNS. Mulai dari perlawanan Sultan Babullah memimpin Ternate untuk Melawan Portugis hingga alasan mengapa UUD 45 belum bisa dijalankan secara penuh pada tahun 1945 sampai 1949. Mulai dari siapa saja yang merumuskan Pancasila hingga bagaimana tiap-tiap sila di Pancasila diamalkan. Mulai dari latihan soal deret angka sampai logika matematika. Hasilnya gak sia-sia: gue berada di urutan ketiga dengan skor 381.

Hasil SKD CPNS LIPI 2017 untuk formasi yang gue lamar

Dengan waktu yang mepet hingga tes SKB 1 (SKB Computer Assisted Test [CAT]), gue mempelajari bahan-bahan yang gue perkirakan bakal. Mulai dari UU ASN, segala hal tentang LIPI, segala hal tentang Pusat Penelitian Laut Dalam, hingga beberapa penelitian geofisika yang berkaitan tentang laut dalam. Soal-soal yang keluar ternyata jauh dari ekspektasi: soal-soal tentang dasar penelitian. Gue sangat kecewa ketika skor yang gue dapat adalah 290. kekecewaan gue berkurang ketika ternyata skor tertinggi dari semua peserta adalah 320. Not so bad!

Selang dua hari setelahnya siap-gak-siap gue harus mengikuti SKB selanjutnya, yaitu wawancara. Berada di ruangan wawancara yang sama dengan tiga tahun lalu membuat ingatan gue melayang ke waktu itu. Dan itu membuat gue grogi demi membayangkan bagaimana suasana wawancara yang santai ketika itu membuat gue terlena. Gue hanya bisa berdoa semoga hal tersebut tidak terulang dan berharap kali ini berjalan dengan sukses. Gue harus membuang jauh pikiran itu dan fokus dengan tiga pewawancara di depan gue. 

Suasana Wawancara CPNS LIPI 2017 (Image credit: official twitter BOSDM LIPI [@bosdmlipi])


Pada akhirnya gue merasa bersyukur bahwa wawancara mengalir dengan sangat alami. Gue seperti dimudahkan menjawab setiap pertanyaan yang diajukan karena ternyata kasusnya pernah gue alami. Dibuka dengan gue memperkenalkan diri gue, pengalaman kerja gue, pencapaian yang pernah gue dapat, dan lain-lain. Dilanjutkan dengan pertanyaan inovasi yang pernah gue lakukan dan gue jawab dengan pencapaian tim geofisika Geomin Antam yang menjadi juara 1 di Konvensi Mutu Geomin 2015 dengan stang GPR-nya. Pertanyaan seperti masalah yang pernah terjadi di lapangan dan bagaimana gue mengatasinya bisa gue jawab dengan kasus penolakan warga yang areanya dilewati tim survei. Salah satu solusi yang gue utarakan adalah dengan mengikutkan warga yang menolak menjadi tenaga lokal. Solusi seperti itu memang masih hangat di pikiran gue karena baru terjadi di tahun ini di proyek sebelumnya. Beberapa pertanyaan yang lain mungkin gue rasa jawabannya belum memuaskan tapi secara umum kali ini gue merasa bahwa wawancara kali ini sukses. Biarpun demikian, gue tetap berusaha untuk tetap tidak terlalu percaya diri karena bisa saja kandidat yang lain mempunyai visi jawaban yang lebih bagus dari gue. Tiga minggu kemudian gue isi dengan berdoa, berdoa, dan berdoa. Karena gue yakin bahwa sekeras apapun usaha jika memang Tuhan belum mengizinkan, kita bisa apa?

Tiba di hari yang dinantikan, dua hari yang lalu. Dan hasilnya adalah seperti ini.

Hasil Integrasi SKD dan SKB CPNS LIPI 2017 untuk formasi yang gue lamar

Sejak kecil gue bermimpi menjadi peneliti. Gue bersyukur bahwa gue diberikan kesempatan untuk bisa mengabdi pada negeri ini melalui LIPI. Tentunya kesempatan ini tidak akan gue sia-siakan. Gue berharap bahwa gue bisa amanah dalam mengemban tugas ini.

Terima kasih gue ucapkan bagi kedua orang tua gue yang tidak henti-hentinya mendoakan gue dan selalu mendukung dan terus percaya dengan apapun yang gue lakukan, kakak, adik-adik, dan saudara-saudara gue juga, guru-guru gue dari SD sampai SMA, dosen-dosen Geofisika UGM, teman-teman seperjuangan, dan pastinya Geofisika UGM 2007!

Akhir kata: Bismillah!

November 09, 2017

Kane Brown - Self Titled (2016) Album Review

Pertama dengar nama Kane Brown adalah ketika gue sedang menelusuri tab Trending di Youtube App. Kebetulan pilihan lokasi untuk video trending gue atur ke US dan ada salah satu lagu Kane Brown yang nongol. Gue yang memang sedang tergila-gila dengan musik bergenre country bergegas untuk mengklik video tersebut. Dan ternyata asik. Gue akhirnya mendengarkan seluruh lagu di albumnya. Ini review gue.

Kane Brown - Self Titled Album
Kita tahu kalau ini adalah lagu country bahkan ketika mendengarkan di detik-detik awal lagu pertama di album ini, Hometown. Bercerita tentang bagaimana Brown ingin membuat hometown-nya bangga dengan karya-karya yang ia ciptakan. Di lagu ini, bahkan, Brown menyebutkan northwest Georgia dan Chattanooga, Tennessee yang menjadi kota kelahiran dan kota tempat dia tumbuh di liriknya.

Aroma country terasa lebih kental di lagu kedua. Alunan banjo terdengar di detik pertama What Ifs. Kali ini Brown tidak sendirian, ditemani Lauren Alaina. Teman sekolah Brown ketika di Georgia dan sekaligus runner-up American Idol seasen 10 ini dengan suaranya yang khas menambah asiknya lagu ini. Lagu ini bercerita tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering diungkapkan oleh sepasang kekasih.

Learning lebih bernuansa hiphop. Lagu ini mengajarkan kita untuk belajar berlapang dada dengan apapun yang terjadi di masa lalu kita, seburuk apapun itu.

Inilah lagu terfavorit gue di album ini: Thunder in The Rain. Brown menceritakan tentang bagaimana yang terjadi ketika dua hati saling bertemu. Every time our hearts collide/I can feel our love come alive/It's insane, baby/We're like thunder in the rain.

Pull It Off lebih bernuansa rock dengan tempo yang cepat. Bukan termasuk lagu terfavorit gue di album ini tetapi gue yakin beberapa orang akan mengapresiasi usaha Brown untuk memperkaya genre musik di album ini.

Lagu semacam Cold Spot inilah yang membuat gue suka dengan music country. Di lagu bertempo lambat ini, Brown menceritakan tentang masa kecilnya. Selepas pulang sekolah dia selalu singgah di toko milik kakeknya, Cold Spot. Di tempat ini dia banyak belajar dari kakeknya: belajar tentang hidup. It was heaven on earth when my world was hell/And the big stores came and the business failed/But all my memories are alive and well/At the cold spot/Oh yeah/At the cold spot/Take me back to the cold spot.

Sekilas Ain't No Stopping Us Now mirip dengan Leave the Night On-nya Sam Hunt. Keduanya memang bertema sama: Summer dan Being Wild.

Comeback menceritakan tentang cerita lama yang bersemi kembali. Di sini Brown berhasil memainkan kata-kata di liriknya: We could make a comeback if you come back.

Rockstars menceritakan masa-masa liar ketika sepasang kekasih bebas mengekspresikan dirinya dengan menyanyikan lagu-lagu favoritnya. We never ended up on the MTV/Or heard our voices on a CD/But in your eyes and in my arms/We were each other's rockstar.

Better Place ini mungkin lagu yang mungkin bikin hati wanita meleleh. Menceritakan tentang seorang pria yang siap mewujudkan hidup wanitanya seperti yang diimpikan hingga akhir waktu. Pria tersebut ingin menjadikan dunia sang wanita "better place".

Di Granddady's Chair, Brown menceritakan tentang kerinduan terhadap kakeknya. Kakeknya yang selalu memperlakukan setiap orang dengan cinta. Kakeknya yang mengajarkannya tentang hidup. I hope one day when you're looking down on me / I make you smile, I make you proud / I may not be there now / But I hope one day I'll be man enough to be sitting there, in my Granddaddy's chair,

Oke. Cukup sekian review dari gue. Yang jelas, bagi pecinta musik country gue rekomendasikan album ini. Album ini akan sangat sayang untuk dilewatkan.

 


Services

What can I do


Mineral Prospecting Survey

Mineral exploration, such us gold, bauxite, and nickel using geophysical methods.

Notable Project: Gold Exploration using TDIP Method at Kelantan, Malaysia (2016).

Environmental Survey

Geophysical Survey for envoironmental purpose, such as groundwater exploration and groundwater contamination investigation.

Notable Project: Groundwater Exploration using Resistivity VES Method at Lebak, Banten (2014).

Geotechnical Survey

Geophysical Survey for geotechnical purpose, such as utility locating (e.g.: burried pipeline) and bedrock depth locating for building construction purpose

Notable Project: Burried uitility locating at Jalan Gatot Subroto, Jakarta (2017)

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com