• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

June 21, 2017

Pinoh Project (Part 2): Transportasinya yang Bikin Bilang, 'Yaelah'!

Salah satu ruas jalan yang menghubungkan Nanga Pinoh dan Nanga Sokan (Maret 2017).
Salah satu "kenikmatan" bagi orang lapangan ketika sedang perjalanan menuju tempat kerjanya adalah merasakan sensasi melewati jalan yang seperti ada di foto di atas. Tapi bukan pengalaman di atas doang yang butuh gue tulis di sini, karena ternyata perjalanan hingga sampai ke camp memakan waktu 4 hari. Anda gak salah dengar: 4 HARI!

18 Maret 2017
Gue udah berangkat sebelum subuh dari Pasar Minggu menuju bandara Soetta untuk mengejar pesawat pukul 6.50. Perkiraan gue adalah perjalanan sampai ke camp cuma memakan waktu 2 hari berdasarkan pengalaman gue waktu survey sebelumnya ke area ini. Tapi ternyata gue salah. Flight pertama menuju Pontianak berjalan lancar, gue sampai sesuai jadwal, yaitu pukul 8.20. Sekitar jam 9, setelah ambil bagasi yang sebareg, gue udah ngacir masuk untuk check-in penerbangan selanjutnya. Ternyata penerbangan selanjutnya di-cancel karena alasan yang tidak diberikan oleh pihak maskapai. Gue diberikan pilihan: refund atau re-schedule fight sorenya. Karena pilihan maskapai yang ke Sintang cuma ada 2, Kalstar dan Garuda, gue putuskan untuk re-schedule, karena gue tahu bahwa Garuda sudah 10 menit yang lalu lepas landas dan gue gak mau membuang waktu sehari.
Lima jam gue nungguin di bandara. Setelah waktunya check-in, gue dapat kabar lagi bahwa pesawat sore juga di-cancel dengan alasan yang juga tidak diinformasikan. Gue refund akhirnya dan langsung beli tiket Garuda untuk besok yang harganya ternyata melambung. Gue bermalam di Pontianak akhirnya.

19 Maret 2017
Penerbangang ke Sintang berjalan lancar. Gue tiba di Bandara Susilo Sintang pukul 9.40. Karena bakalan terlalu sore jika gue langsung menuju Nanga Sokan, akhirnya gue menginap di Nanga Pinoh, sekitar 2 jam perjalanan dari Sintang. Di samping itu gue harus mengambil baterai alat yang dikirim melalui jalur laut Jakarta-Pontianak dan jalur darat Pontianak-Nanga Pinoh.
Salah satu pemandangan menakjubkan ketika pesawat akan mendarat di Bandara Susilo, Sintang.


20 Maret 2017
Sekitar jam 10 gue berangkat bareng Pak Fuon menggunakan mobil dobel gardannya.
Alat magnetik dan beberapa logistik siap diberangkatkan.
Normalnya, perjalanan dari Nanga Pinoh menuju Nanga Sokan hanya berkisar sekitar 4-5 jam. Tapi di bulan Maret itu ternyata jalan sedang dalam keadaan hancur. Hujan menjadi penyebab ruas jalan sebagian besar belum beraspal itu menjadi semakin parah. Sebenarnya masih ada satu jalur lagi, yaitu jalur sungai yang ternyata hanya memakan waktu 3 jam saja. Tapi ternyata air sedang surut dan perahu gak akan bisa lewat. Karena kondisi jalan yang parah, gue tiba di Nanga Sokan setengah 6 sore. Badan gue remuk karena mobil yang cuma satu kabin itu harus diisi oleh kami bertiga: gue di tengah, Muklis, dan Pak Fuon. Karena gak memungkinkan untuk langsung menuju camp, kami terpaksa untuk menginap di Nanga Sokan.
Sungai Pinoh yang merupakan muara Sungai Sokan, membelah kota kecamatan Nanga Sokan menjadi 3 area.
21 Maret 2017
Perjalanan berlanjut, kali ini lewat sungai. Beruntung ternyata airnya sedang pasang, sehingga perjalanan dengan durasi sekitar 2 jam itu berjalan lancar. Perjalanan ke camp di Desa Teluk Pongkal melewati beberapa desa dan kampung, yaitu Desa Telaga, Desa Sijau, Kampung Kepaladaak, dan Kampung Pahat.
Desa Sijau ditangkap dari atas sampan motor yang sedang melewati Sungai Sokan.
Oke, segitu dulu untuk part ini. Akan gue sambung lagi nanti.

0 komentar:

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com