• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

July 13, 2015

Dua bulan di Tayan, Kalimantan Barat..

Dari semua tempat survey yang pernah gue singgahi, Tayan ini sebenernya gak ada bedanya. Panas layaknya Buli, lebih panas malah, satu, secara geografis di sini mendekati 0 derajat lintang. Dua, di sini jarang banget angin. Ini yang bener-bener bikin puasa gue bener-bener berat, kalo gak bisa dibilang mustahil. Tapi, Alhamdulillah yah (dengan nada Syahrini; ketahuan kurang update, becandaannya kayak dua tahun lalu), berkat niat dan kekuatan dari Allah Subhanahu Wata'ala, gue berhasil melakukannya tanpa bolong  barang seharipun.. Betul tidak ibu-ibu? (Ini lebih tua lagi becandaannya, ala AA Gym 10 tahun yang lalu)..

Tapi, kalo secara fasilitas mess, Tayan ini juaranya.. Memang, karena sebenernya survey georadar di sini bukan dalam rangka eksplorasi, tapi dalam rangka litbang dari UBPB (Unit Bisnis Pertambangan Bauksit) Tayan.. Jadi, gue netepnya di mess-nya UBPB.. Otomatis fasilitasnya lebih lengkap.. Dari kantin yang keren dengan makanannya yang menunya lumayan, arena bilyar, tempat nge-gym, tenis meja, bulu tangkis, tenis, basket, sampe fasilitas sepeda kalo minggu pagi mau jalan-jalan.. Oya, gak boleh ketinggalan juga TV langganannya yang bikin gue bisa nonton final liga Champions bulan kemarin.

Satu hal yang paling gue suka di Tayan yaitu pasa gue belanja kebutuhan di Pulau Tayan.. Ya, pulau kecil di tengah-tengah Sungai Kapuas itu merupakan salah satu pusat perekonomian di sana.. Sebenarnya gak ada yang terlalu istimewa dengan pulau tersebut, karena hanya pulau mungil dengan pasar-pasarnya yang lumayan tertata rapi.. Justru yang gue nikmatin adalah perjalanan naik speed sekitar 10 menitnya.. Gue bisa melihat pemandangan Sungai Kapuas, sungai terlebar yang pernah gue lihat (1,5 km)..

Perjalanan pulang dari Pulau Tayan.. Sebelah kanan itu Pulau Tayan, sebelah kanan jauh itu sisi selatan tepi sungai Kapuas, dan sebelah kiri itu sisi utara sungai Kapuas.. (Captured with Sony DSC-WX80)

Oya, senjanya juga gak kalah keren lho.. Gue sempet abadikan gambarnya juga..

Senja di Kapuas.. Tampak jembatan yang sedang dibangun di latar belakang yang menghubungkan sisi selatan tepi kapuas (kiri), Pulau Tayan (tengah), dan sisi utara Kapuas (kanan).. (Captured with Sony DSC-WX80)

Oke, beralih ke masalah kerjaan.. Siapin bantal, karena ini bakalan bikin ngantuk.. Jadi tujuan gue di sini adalah untuk memetakan boulder, entah itu fresh boulder atau boulder bauksit, di area rencana yang bakal ditambang oleh UBPB.. Karena kedalaman yang dibutuhin gak nyampe 10 meter, otomatis gue pake antenna 200 MHz, bukan yang 80 MHz.. Karena secara teori, resolusi antenna 200 MHz bakalan lebih bagus.. Itu terbukti ketika hari pertama, gue melakukan uji coba di area model dengan kedua antenna..

Ini senjata gue di lapangan.. GSSI SIR-3000 dengan antenna 80 MHz (kiri) dan 200 MHz (kanan).. (Captured with Sony DSC-WX80)

Oya, ini yang happening beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 9 Juli.. Gue hampir tengah malem posting gambar di instagram, ngucapin selamat ultah kepada dua pemain favorit gue, Rafael dan Fabio.. Beberapa menit setelah gue posting, gue di-like sama yang lagi ultah.. Iya, si Fabio nge-like postingan gue.. Mungkin ini terdengar norak, tapi dapet like dari orang yang bener-bener idola bikin gue sumringah mati-matian.. Haha..

Ini bukti screenshot-nya.. Hehe..

Oke, mungkin segitu dulu postingan gue kali ini, karena gue musti packing, flight gue ntar malem jam setengah 8 ke Jakarta..

0 komentar:

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com