• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

February 20, 2018

Live in Ambon: So Far

Suasana teluk Ambon di sore hari
Sebelum gue mau cerita lebih lanjut, gue mau posting catatan hari pertama gue di Ambon.

Catatan hari pertama gue (Senin [12/2]) yang belum sempat gue posting dan sayang juga kalo gue buang
Hari Pertama Kerja: Perkenalan di Lingkungan yang Baru
Hari pertama gue kerja termasuk hari yang cukup padat. Jam 8 kami sudah berada di kantor yang jaraknya cuma selemparan batu aja dari mess. Sekitar sejam kemudian kami langsung merekam sidik jari dan iris mata di mesin absen. Habis itu langsung rapat dan berkenalan dengan pegawai struktural P2LD (minus Pak Augy karena beliau masih di Australia). Di rapat tersebut kami juga diberikan lab tempat kami bergabung. Gue masuk di laboratorium Geologi. Oya, yang bikin kami tambah semangat adalah kami diberikan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi selam. Asiknya, kami hanya membayar biaya sertifikatnya saja, biaya lainnya ditanggu oleh LIPI. Yeay!
Selesai rapat kami diajak berkeliling gedung P2LD. Setelah itu kami diperkenalkan dengan Intra LIPI, sebuah sistem informasi khusus internal LIPI. Setelah makan siang gue masuk ke lab Geologi yang ternyata hanya ada teknisi yang hadir, yaitu Pak Kris. Mbak Frilla dan Mas Hary ternyata sedang melanjutkan studi. Gue dan Pak Kris akhirnya diskusi tentang kegiatan-kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Lab Geologi selama ini.

Hari Kedua dan Ketiga: Sesi Kelas Pelatihan Selam
Sesi kelas dipimpin langsung oleh instrukturnya, yaitu Pak Freddy. Penjelasannya cukup asik. Beliau juga cukup sabar untuk mengulangi penjelasan atau menjawab pertanyaan ketika kami tidak memahami salah satu materinya.
Setelah itu, kami pergi ke kota. Masih di jam kerja. Jangan berprasangka buruk dulu! Kami pergi ke sana berkaitan dengan isi perut kami. Iya, gaji di sini akan dikirim ke dalam rekening bank BTN. Karena tidak ada satupun dari kami yang mempunyai akun BTN, kami berenam meluncur ke sana.
Salah satu mater selam. Bahkan cara masuk ke air gak bisa asal nyebur.
Long Weekend: Exploring Ambon
Mungkin bagi yang sudah melalang buana lama di Ambon, kegiatan kami di tiga hari libur kemarin tidak bisa disebut eksplorasi. Tapi paling tidak kami sudah mengunjungi dua-duanya mal yang ada di Ambon: Ambon City Center (ACC) dan Maluku City Mall (MCM). Terbilang cukup lengkap, karena kita bisa menemukan gerai-gerai resmi, misalnya saja Ramayana, Gramedia, XXI, dan lain-lain. Yang lebih bermanfaat lagi kami sudah menghapal beberapa rute angkot yang ada di Ambon.
Oya, yang paling menarik adalah gue bisa melakukan salah satu hobby gue: lari. Nilai plusnya adalah kita bisa berlari dengan pemandangan yang wah. Sehat dapat, suasana asik teluk Ambon juga dapat. Oya, di Minggu sore gue mencoba menjajal hobby gue yang lain: renang. Gue menemukan dua spot, yaitu kolam renang Kodam Pattimura (yang sayangnya ternyata kolam dewasa sedang tutup) dan kolam renang Politeknik.
Sebenarnya gue masih pengen mengunjungi beberapa pantai di Ambon. Tapi akhirnya gue urungkan niat gue karena sesi lapangan selam juga akan diadakan di salah satu pantai di Ambon.

Track lari pertama gue.

Hari Pertama Minggu Kedua: Bertemu dengan Kepala Puslit
Long weekend membuat semangat sedikit kendur. Biarpun demikian, jam 8 kami sudah berada di kantor. Jam 9 sudah berada di ruangan rapat dengan pejabat struktural juga, kali ini lengkap dengan Pak Augy, kepala puslit laut dalam. Gue sudah berekspektasi bahwa kami akan ditanyakan tentang hal-hal teknis. Di luar dugaan, ternyata Pak Augy bahkan tidak menanyakan nama kami. Alasannya, nanti juga kenal sendiri, karena biarpun sekarang memperkenalkan diri selesai rapat juga bakalan lupa. Masuk akal sih, karena jujur gue juga sudah lupa beberapa nama pejabat struktural yang baru 6 hari sebelumnya saling berkenalan. Gue juga yakin lambat laun bakalan kenal juga.
Yang bikin gue berdecak kagum adalah ternyata Pak Augy membagikan 6 buku yang tertumpuk di meja beliau. Bukan, bahkan tidak ada satupun dari enam buku itu yang berkaitan dengan laut dalam. Buku-buku itu menceritakan tentang pejabat eksekutif di Indonesia yang berani untuk melakukan perubahan. Perubahan yang tidak hanya dalam jangka pendek, bahkan untuk jangka panjang. Pemimpin-pemimpin tersebut berani untuk melawan birokrasi kusut yang sudah mendarah daging sekian lama di Indonesia. Intinya adalah buku tersebut mengajak kita untuk bersama-sama mengubah Indonesia tidak hanya dalam perubahan yang jangka pendek, tetapi juga jangka panjang.
Sorenya gue mencoba lari juga. Kali ini mencoba rute baru: menyeberang Jembatan Merah Putih. Ini adalah sensasi baru yang mendebarkan. Oke, pemandangannya asik. Tapi gue harus benar-benar waspada karena bisa saja gue tertabrak kendaraan dari belakang mengingat tidak adanya trotoar di sana. Gak cuma itu, goyangan jembatan cukup terasa ketika gue berada di bagian tengah jembatan. Tapi, cukup sepadan lah.

Track lari gue menyeberang jembatan merah putih
Gak lengkap kalo gak selfie dulu
Hari Kedua Minggu Kedua: Sesi Lapangan Selam
Tidak langsung ke pantai karena akan sangat berbahaya. Kami berenam (minus Fadly [sudah punya sertifikat], plus Furkan [mahasiswa TA di P2LD]) belum pernah sekalipun menjajalnya. Tidak lucu jika ada yang terbawa arus karena belum bisa teknik selam. Akhirnya kami diajak Pak Freddy untuk belajar di kolam renang Politeknik.
Setelah pereganagan di pinggir kolam, kami langsung disuruh untuk berenang 1,5 kali bolak-balik kolam. gak sampai di situ, kami harus mengayunkan kaki kami dengan posisi tangan di atas dalam waktu beberapa menit. Gue beberapa hari yang lalu juga berenang di tempat sama, tapi tetap saja paha gue jadi tegang selesai melakukan kedua gerakan tersebut.
Sesi selanjutnya adalah belajar mengayunkan kaki kami. Gerakan kaki yang benar membuat proses penyelaman menjadi lebih efisien. Berikutnya dicoba menggunakan mask, snorkel, dan fin. Setelah diajarkan bagaimana teknik yang benar, kami menjajal snorkling bolak-balik kolam. Kami harus membiasakan bernapas lewat mulut dan butuh usaha yang cukup lumayan sih.
Di sela-sela sesi latihan selam
Sesi yang ditunggu-tunggu, yaitu menyelam. Eits, tunggu dulu. Kami diajarkan terlebih dahulu bagaimana memasang peralatan beserta urutan-urutannya, bagaimana cara mengeluarkan air yang ada di mask, dan teknik lainnya. Sesi praktik pun tiba. Kami dipasang-pasangkan dan menyelam menyeberangi kolam dengan tangan kami saling bergandengan dengan pasangan kami. Di seberang kolam, kami disuruh duduk di dasar kolam untuk mempraktikkan beberapa teknik.
Yang pertama adalah cara membuang udara di mask. Kami diperintahkan untuk membuka mask kami satu per satu. Setelah itu mask dipasang kembali dan air yang berada di dalam mask dikeluarkan. Setelah semua sudah mendapat giliran dan sudah OK, kami mempraktikkan teknik kedua. Kami diberi tanda untuk membuka inflator (?) yaitu alat untuk bernapas di mulut dan memasukkannya kembali ke dalam mulut. Air yang mengisi inflator harus segera dikeluarkan agar kita bisa bernapas kembali, salah satu caranya adalah dengan meniup inflator tersebut.

Kali ini dengan peralatan lengkap
Karena dirasa masih belum cukup, Pak Freddy menjadwalkan sesi latihan di kolam lagi besok.

1 komentar:

Anonymous said...

Mas dimas porno... hahahaha

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com