• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

November 09, 2017

Kane Brown - Self Titled (2016) Album Review

Pertama dengar nama Kane Brown adalah ketika gue sedang menelusuri tab Trending di Youtube App. Kebetulan pilihan lokasi untuk video trending gue atur ke US dan ada salah satu lagu Kane Brown yang nongol. Gue yang memang sedang tergila-gila dengan musik bergenre country bergegas untuk mengklik video tersebut. Dan ternyata asik. Gue akhirnya mendengarkan seluruh lagu di albumnya. Ini review gue.

Kane Brown - Self Titled Album
Kita tahu kalau ini adalah lagu country bahkan ketika mendengarkan di detik-detik awal lagu pertama di album ini, Hometown. Bercerita tentang bagaimana Brown ingin membuat hometown-nya bangga dengan karya-karya yang ia ciptakan. Di lagu ini, bahkan, Brown menyebutkan northwest Georgia dan Chattanooga, Tennessee yang menjadi kota kelahiran dan kota tempat dia tumbuh di liriknya.

Aroma country terasa lebih kental di lagu kedua. Alunan banjo terdengar di detik pertama What Ifs. Kali ini Brown tidak sendirian, ditemani Lauren Alaina. Teman sekolah Brown ketika di Georgia dan sekaligus runner-up American Idol seasen 10 ini dengan suaranya yang khas menambah asiknya lagu ini. Lagu ini bercerita tentang pertanyaan-pertanyaan yang sering diungkapkan oleh sepasang kekasih.

Learning lebih bernuansa hiphop. Lagu ini mengajarkan kita untuk belajar berlapang dada dengan apapun yang terjadi di masa lalu kita, seburuk apapun itu.

Inilah lagu terfavorit gue di album ini: Thunder in The Rain. Brown menceritakan tentang bagaimana yang terjadi ketika dua hati saling bertemu. Every time our hearts collide/I can feel our love come alive/It's insane, baby/We're like thunder in the rain.

Pull It Off lebih bernuansa rock dengan tempo yang cepat. Bukan termasuk lagu terfavorit gue di album ini tetapi gue yakin beberapa orang akan mengapresiasi usaha Brown untuk memperkaya genre musik di album ini.

Lagu semacam Cold Spot inilah yang membuat gue suka dengan music country. Di lagu bertempo lambat ini, Brown menceritakan tentang masa kecilnya. Selepas pulang sekolah dia selalu singgah di toko milik kakeknya, Cold Spot. Di tempat ini dia banyak belajar dari kakeknya: belajar tentang hidup. It was heaven on earth when my world was hell/And the big stores came and the business failed/But all my memories are alive and well/At the cold spot/Oh yeah/At the cold spot/Take me back to the cold spot.

Sekilas Ain't No Stopping Us Now mirip dengan Leave the Night On-nya Sam Hunt. Keduanya memang bertema sama: Summer dan Being Wild.

Comeback menceritakan tentang cerita lama yang bersemi kembali. Di sini Brown berhasil memainkan kata-kata di liriknya: We could make a comeback if you come back.

Rockstars menceritakan masa-masa liar ketika sepasang kekasih bebas mengekspresikan dirinya dengan menyanyikan lagu-lagu favoritnya. We never ended up on the MTV/Or heard our voices on a CD/But in your eyes and in my arms/We were each other's rockstar.

Better Place ini mungkin lagu yang mungkin bikin hati wanita meleleh. Menceritakan tentang seorang pria yang siap mewujudkan hidup wanitanya seperti yang diimpikan hingga akhir waktu. Pria tersebut ingin menjadikan dunia sang wanita "better place".

Di Granddady's Chair, Brown menceritakan tentang kerinduan terhadap kakeknya. Kakeknya yang selalu memperlakukan setiap orang dengan cinta. Kakeknya yang mengajarkannya tentang hidup. I hope one day when you're looking down on me / I make you smile, I make you proud / I may not be there now / But I hope one day I'll be man enough to be sitting there, in my Granddaddy's chair,

Oke. Cukup sekian review dari gue. Yang jelas, bagi pecinta musik country gue rekomendasikan album ini. Album ini akan sangat sayang untuk dilewatkan.

 


0 komentar:

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com