• Twitter
  • Facebook
  • Google+
  • Instagram
  • Youtube

November 09, 2008

The Review: Menentukan Arah, Sebuah Titik Balik Sheila On 7...?

Here we go! Akhirnya Album yang Gw tunggu2 rilis juga! Bikin stres memang. Gimana gak coba, udah 2 tahun Gw (dan SheilaGank lainnya) nunggu album ini ampe frustasi. (Halah segitunya). Ya udah, Gw mulai aja reviewnya ya...

Cover

Gak tau kenapa, warnanya putih (kalo Gw gak salah liat)! Coba bandingin ama album2 sebelumnya...

Lumayan keren sih, apalagi foto2 personelnya dibikin kartun. Wuihhh, gak nguatin buat beli nih album. Hehe...

Isi
Karena Gw beli yang pre-order, Gw dapet tanda tangan ma stikernya! Nih dia tanda tangannya...

Lumayan buat koleksi...
Oya, di album ini gak ada teks liriknya. Sayang sih... Tapi, sebagai pengganti lirik, di album ini diceritakan proses penciptaan, penggarapan, ataupun proses rekaman lagu di album ini.
Langsung ke lagunya...

Track List
1. Betapa
2. Yang Terlewatkan
3. Ibu Linda
4. Jalan Keluar
5. Mudah Saja
6. Arah
7. Lia Lia Lia
8. Alasanku
9. Segalanya
10. Sampai Kapan

1.Betapa
Wah, kalo yang ini pasti udah pada kenal.  Udah pasti, coz nih lagu udah rilis beberapa bulan yang lalu. Kalo menurut Sheila on 7 sih, nih lagu merpakan rohnya Album menentukan arah: fresh, simple, menarik dan melodius. Emang sih, kalo menurut Gw, nih lagu walaupun liriknya sederhana, tapi mengena, easy listening, dan gampang dihafal. Lagu ini sempat booming. Mungkin gara2 banyak yang lagi patah hati kali ya. Jadi, momennya tepat banget...
Lagu ini sebenernya lagu sedih, tapi dibawakan oleh so7 dengan fun, tapi tanpa tempo yang berlebihan.
Semua orang bisa memainkan beat drum lagu ini di tuts kibord hanya dengan dua jari, tapi posisi jari di gitar tidak memungkinkan untuk dimainkan live, jadi Eross harus sedikit improvisasi untuk menyelamatkan permainannya. Brian juga tidak main drum akustik di lagu ini;
"maka begitu live, lagu ini terasa so rock. Mungkin karena dendam, hehehe," kata Sheila On 7 dalam albumnya.

2.Yang Terlewatkan
Kalo yang ini single keduanya. Lagu ini dirilis beberapa saat sebelum albumnya dirilis. Bercerita tentang seseorang yang menyesal karena baru bertemu dengan seseorang yang dicintainya setelah orang tersebut sudah milik orang lain. HUff. Menyedihkan!
Lagu ini punya melodi yang sederhana tapi enak didengar. Belum lagi petikan akustik dengan string sectionnya. Wuih, pokoknya keren banget. Beberapa SheilaGank sempat protes, kok single keduanya yang ini gak yang lain. Padahal, kalo menurut Gw sih, nih juga cocok aja!
Kata Sheila On 7,  lagu ini hampir terlewatkan dan baru masuk di sesi akhir pengumpulan materi album, padahal Brian yakin kalau lagu ini adalah hits SO7 berikutnya sejak pertama kali mendengar demonya dan tak rela kalau dinyanyikan orang lain. Setelah mencoba berbagai bassline, Adam berharap yang akhirnya terpilih tidak mengecewakan dan – yang paling utama – tidak fals, karena memakai bas fretless. Eross kembali menggunakan kata “hebat” dalam lirik, tapi bukan berarti lirik ini biasa. Menurut Duta, Eross sangat jarang menulis lirik yang isinya tentang menyesali sesuatu. Ada apa dengan Eross?

3. Ibu Linda
Lagu ini diperkirakan jadi single ketiga. Di 'Ibu Linda' Eross menyuguhkan nuansa yang agak country dengan beat drum unik. Yup, beat drumnya emang unik banget. Coba denger proses pembuatannya, 
"Terjadilah debat panjang antara Eross dan Brian tentang beat drum di bagian reff, di mana berbagai versi dicoba dan akhirnya versi Brian keluar sebagai pemenang. Brian selalu memperjuangkan beat drum terbaik, walau harus berdebat dengan Eross, dan setiap mendengar lagu ini masih takjub dan heran akan asalnya ide beat ini. Duta yang tak terlalu mempersoalkan beat maupun lirik, merasa tema nada di akhir adalah bagian yang paling enak di lagu ini."
Yang paling asik, di akhir liriknya terdapat lirik bahasa inggrisnya. Setelah lagu Just For My Mom, Eross memang gak pernah bikin lagu yang liriknya Bahasa Inggris.

4. Jalan Keluar
Pada awalnya Adam ragu untuk memasukkan “Jalan Keluar” di album karena terasa begitu ringan di aransemen dan lirik, tapi buntutnya ini satu-satunya lagu ciptaan Adam yang masuk. Adam juga mengisi harmonika, dan Eross tak akan pernah melupakan ekspresinya yang pucat pasi setelah berkali-kali take. Ini termasuk satu dari tiga lagu pertama yang diisi vokalnya oleh Duta (dalam sehari pula!) yang justru menganggap lirik lagu ini berbahasa tingkat tinggi. Brian pun merasa lagu ini tak akan seindah ini kalau bukan Duta yang menyanyikannya.
Nuansa lagu 'Lihat, Dengar dan Rasakan' di album 'Kisah Klasik Untuk Masa Depan' coba dikeluarkan lagi lewat lagu ini. Coba aja denger berulasng-ulang. Lirik yang sedikit puitis namun tak berlebihan jadi senjata lagu ini.  Belum lagi musiknya yang digarap dengan sederhana membuat lagu ini terasa sangat hidup.

5. Mudah Saja
Mudah Saja terkesan tak terlalu ngoyo, berbalut musik yang sederhana dengan synthesizer dan kibord. Lagu ini termasuk lagu favorit Gw di album ini. Bercerita tentang seorang kekasih yang dengan mudahnya pergi dan berkata kepada mantan kekasihnya, "Kau harus kuat seperti aku, yang sudah biarlah sudah!" Padahal, sang mantan tersebut sangat mencintainya.
Adam berterima kasih kepada Eross karena diberi kesempatan untuk main gitar di “Mudah Saja.” Duta menyukai bagian bait dan bridge, tapi tidak suka reff-nya. Ketika Duta mengakui hal tersebut ke Eross, ternyata Eross juga sempat merasa kurang percaya diri terhadap lagu ini. Menurut Brian, semua orang yang sedang jatuh cinta akan mencoba mengingat orang yang pernah melukai hatinya saat mendengar lagu ini.

6. Arah
Merupakan salah satu lagu yang up beat di album ini. Dengan tempo yang cepat dan aransemen yang gak macem-macem, banyak SheilaGank yang memuji-muji lagu ini. Sepertinya, kedewasaan Sheila On 7 tercermin di lagu ini.
"Di lagu ini Adam melakukan kejutan dan terobosan dengan bermain swing, walau mengaku kalau sebenarnya dia tak bisa main swing. Eross juga memberi kejutan dengan lupa mengisi bagian interlude dengan gitar sesuai versi demo, tapi akhirnya itu ditutup dengan brass sampling yang dimainkan Fery Efka. Duta ingin mengimbau Sheila Gank dan teman-teman semua untuk bersama-sama menentukan arah perjalanan Sheila On 7."

7. Lia Lia Lia
Lagu ini juga keren. Liriknya pas buat yang lagi kasmaran. Puitis banget.
"Kau dan lingkaran jiwamu...
Menarik langkah kakiku...
Bermain dengan hatimu...
Aku terbakar bahagia..."

Keren kan?
Coba baca proses rekamannya...
"Penciptaan lagu ini terpicu oleh lirik “terbakar bahagia.” Anak-anak Duta mampu ikut menyanyikannya karena bapaknya berulang kali mendengar versi demonya di rumah. Teman-teman band Duta pun berlaku seperti anak-anak ketika mengisi vokal latar. Di album-album sebelumnya selalu ada lagu dengan take vokal latar yang bercanda, dan itu kembali terjadi di sini, di mana teknik vokal “The Steelheart Scream” muncul tapi (untungnya) tidak dimasukkan. Bagi orang-orang yang sedang jatuh cinta, silakan ganti “Lia” dengan nama pacarmu."

8. Alasanku
Lagu 'Alasanku' dibuat mellow dengan tambahan string section. Meskipun begitu, puitisitas (halah, maksudnya tingkat puisinya) sangat tinggi. Gw pernah pasang reffnya di shoutout friendster Gw,  n banyak komentarnya. Nih diantaranya...

Yang ini dari PhOE...

Yang ini dari Nani...

Dari 2 komen di atas aja udah bisa disimpulin kalo nih lagu puitis banget. Nih cerita pas proses penggarapannya...
"Brian tak berani tertawa di saat Eross take gitar, karena takut merusak mood-nya yang membutuhkan konsentrasi tingkat tinggi untuk merekamnya. Namun Adam dengan entengnya bertanya, “Apa gitar diubah beda dengan versi demo?” di saat Eross sudah menyelesaikan 30 persen dari take gitar akustik. Alhasil, Eross panik, mengumpat sendiri dan mengulang dari awal. Eross dan Duta (yang sedang flu berat ketika mengisi vokal) berterima kasih kepada Tuhan yang telah memberi kekuatan untuk menyelesaikan tugas masing-masing." b B

9. Segalanya
Berirama Disco dan Dance. Pokoknya bisa bikin goyang gitu deh. Ada juga SheilaGank yang ingin lagu ini jadi single ketiga. Bercerita tentang seseorang yang membiarkan kekasihnya pergi padahal dia udah berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Tapi, arah yang di tempuh mempertemukan dia dengan kekasihnya lagi. Uh.... So sweet...
Duta juga flu berat ketika mengisi vokal lagu ini, makanya dia mencurahkan “segalanya” untuk teriak-teriak di sini. (Mudah-mudahan hernianya tidak kumat.) Saat take drum di waktu subuh, sempat ada keheningan tanpa tanda-tanda kehidupan selama beberapa saat di studio, tapi baik Brian maupun Eross (selaku operator) tak ada yang mau mengaku kalau dirinya tertidur. Lain halnya dengan Adam, yang mengaku ketiduran saat mencari bassline yang cocok, padahal ini lagu disko. “Segalanya” dipersembahkan untuk SheilaGank di seluruh dunia dan akhirat, “karena kau ku bisa.”

10. Sampai Kapan
Ini salah satu lagu favorit Brian yang membuatnya sangat berhati-hati dan merasa tidak percaya diri saat take karena berpikir drum versi demonya lebih bagus. Sebaliknya, entah kenapa Duta kurang suka lagu ini. Adam merasa kalau ada riff gitar yang kelupaan, persis seperti kasus “Alasanku” – dengan kejadian selanjutnya yang juga sama. Bisa jadi itu yang membuat Eross merasa kalau sampai kapanpun lagu ini belum selesai.
Haha... Bagus juga, sampai kapan lagu ini selesai Mas? Pertama Gw denger, lagunya biasa aja. Tapi, setelah diulang berkali-kali ternyata enak juga didengernya...

Gimana, keren kan?

Menurut beberapa orang, Sheila On 7 mematahkan idealitas mereka hanya demi pasar.  Tapi ternyata tidak sama sekali. Sheila On 7 mungkin aja lebih  mengikuti pasar. Tapi,  overall album ini membuktikan bahwa mereka tidak kembali ke album pertama ataupun kedua. Malah, So7 menunjukan kedewasaannya di album ini. Dimana akhirnya idealitas mereka diterima oleh pasar. 

Inikah album kembalinya So7? Seperti Duta bilang bahwa Sheila on 7 tak pernah kemana-mana. Mereka rutin dengan kegiatannya bermusik. Mungkin mereka yang bilang bahwa Sheila on 7 telah bubar sama sekali tak pernah menyentuh karya band yang telah 12 tahun bersama itu. Hmmm...

Note: Beberapa bagian diadaptasi dari kilasberita.com dan dari albumnya sheila on 7...

0 komentar:

Contact

Get in touch with me


Address/Street

Kongsijaya 02/01, Widasari, Indramayu 45271

Phone number

+(62) 81223001161

Website

www.abialghifari.com